Senin, 03 November 2014

Perbedaan Ekonomi Makro & Mikro.

Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi
mikro terletak pada penekanan.
Ekonomi mikro membahas perilaku unit
ekonomi secara individual seperti
tingkah laku individual konsumen rumah
tangga, perusahaan atau produsen, dan pemerintah dengan unit-unitnya dalam
menetukan pilihan (choice). Ekonomi
Mikro juga mempelajari bagaimana
interaksi ketiga pelaku ekonomi ini
dikoordinasikan oleh kekuatan pasar.
Pasar dalam Ekonomi Mikro mempunyai tiga fungsi penting. Pertama, pasar
berfungsi untuk menyebarkan informasi
agar sumberdaya yang terbatas
jumlahnya dapat dipakai pada tempat
yang paling efisien dan menguntungkan.
Pasar menyampaikan informasi ini kepada pelaku ekononmi melalui harga
barang dan jasa. Kedua, pasar berfungsi
untuk memberikan insentif kepada
pelaku ekonomi. Konsumen akan
menggunakan sumberdaya (uang) yang
terbatas dengan hati-hati agar mendapatkan kepuasan yang maksimal
dari uang tersebut. Demikian juga
produsen akan terdorong meningkatkan
produksi dan menekan biaya produksi
agar bisa meraih keuntungan yang
tinggi. Keuntungan adalah insentif yang sangat kuat dibelakang aktifitas
manusia. Ketiga, pasar juga
mendistribusikan pendapatan sesuai
dengan usaha dan ketrampilan yang
dimiliki oleh setiap individu. Bisnis yang
berani mengambil resiko dan membuat keputusan dengan benar besar
kemungkinan akan mendapatkan
keuntungan yang tinggi dibandingkan
dengan bisnis yang salah mengambil
keputusan dan tidak berani mengambil
resiko. Ekonomi makro, sesuai dengan kata
’makro’ berarti besar, mengkaji tingkah
laku pelaku ekonomi dalam skala besar
atau disebut juga dengan Aggregat dan
kebijaksanaan ekonomi Nasional secara
keseluruhan yang meliputi antara lain interaksi antara pasar barang, tenaga
kerja, dan pasar aset dan interaksi
antara ekonomi negara-negara yang
berdagang satu sama lainnya. Ekonomi
makro juga mempelajari kebijakan
ekonomi dan pengaruhnya terhadap varaibel-variabel ekonomi, seperti
pertumbuhan ekonomi, inflasi,
pengangguran, dan variable agregat
lainnya. Pasar pada ekonomi makro dibedakan
berdasarkan jenis komoditi aggregate
yang ditransaksikan, yaitu pasar barang,
pasar tenaga kerja, dan pasar uang atau
financial. Sedangkan pada ekonomi
mikro pasar dibedakan menurut individu komoditi, misalnya pasar beras, pasar
jagung, pasar pakaian dan lain-lain
dengan ketiga fungsinya seperti yang
diterangkan diatas. Karena ekonomi
makro berbicara pada tataran aggregate
maka pasar barang adalah pasar aggregate bukan individu komoditi
seperti pada ekonomi mikro. Artinya
kurva supply dan demand pada ekonomi
makro adalah kurva yang menunjukkan
hubungan antara harga aggregate dan
barang aggregate. Kedua kurva ini disebut dengan Aggregate Demand (AD)
dan Aggregate Supply (AS). Dengan kata
lain AD adalah penjumlahan dari fungsi
Demand induvidu konsumen. Pada
ekonomi mikro hanya disebut Demand
dan Supply. Pengertian Aggregate Demand dan Aggegate Supply ini akan
dibahas lebih lanjut pada bab 2 dan 5. Pada ekonomi mikro pasar juga
dibedakan atas dua kutub ekstrim yaitu
pasar bersaing sempurna (perfectly
competitive market) dan pasar monopoli
(monopoly market) berdasarkan sejauh
mana para pelaku pasar bisa mengontrol harga barang. Pada ekonomi makro pasar
dapat juga dibedakan atas dua kutub
ekstrim tetapi berdasarkan tingkat
intervensi pemerintah, yaitu pasar bebas
(free market) dan pasar yang terkontrol
(controlled market). Pasar bebas adalah pasar dimana tidak ada campur tangan
pemerintah atau sangat minimal,
sedangkan pasar terkontrol sangat sarat
dengan intervensi pemerintah. Pasar
bebas banyak dianut dan di promosikan
oleh negara-negara Barat dan pasar terkontrol banyak dianut oleh negara-
negara sosialis dan komunis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar